welcome to my blog : www.alhazmy.co.cc

Sketsa Raga

Posted By alhazmy On 06:24 0 komentar

Rangka fosfor tertidur dalam dhohirku
Terjebak dan terjerat langkah mati
Menanti suram malam yang berdusta
Tanpa terpatah frasa koherensinya

Sketsa ragaku terpelanting semu
Menjerit di batas surga dan neraka
Tak satu individupun bergeming
Hingga tersudut dalam kepenatan

Sahara menjebakku di bawah oasis
Menidurkan jasadnya yang abadi kelam
Dalam sampah-sampah pembiasan
Yang tak pernah bersirkulasi

Aaarrrghhhh…!
Sketsa ragaku retak diterpa pasak
Apakah ini ujung fatamorgana hayat?
Dan tak berharap kesimpulan akhir

Sembah Sujudku Pada-Mu

Posted By alhazmy On 06:23 0 komentar

Kuterawang mega jingga dalam lelap sendu matahari
Tersayup gumam adzan membelah kokleaku
Ayunan sayap putihku menghadapkanku padanya
Tanpa rasa bimbang gelisah dalam manah

Surat-surat suci basah di bibirku
Mengaung dalam kalbu hamba-hamba-Nya
Menusuk membran keislaman muslimin
Yang termenung dalam renungan hati

Kusujudkan ujung dari segala jasadku
Membayang nirwana dalam angan-angan maya
Kusimpulkan semua gesture dari tubuhku
Dengan salam keharibaan-Nya

First Memories

Posted By alhazmy On 06:21 0 komentar
Kardioku bercerita tentangnya
Mengundang cupid datang berkawan
Kepala simpul panahnya menimangku
Terbawa aku oleh memorinya
Matahari takhluk pada bulan
Jejak hitamnya berbekas tak bertulang
Mengecup eritrosit dalam arteriku
Sehingga kuterusik oleh simphoninya
Eclipse membutakan mataku
Melantunkan durja hati bintang
Hingga tak terusik dalam ingatan
First memories about you

Sunyi Yang Abadi

Posted By alhazmy On 06:15 0 komentar

Gemerlap padang kesunyian datang
Membisikkan hokum kekekalan abadi
Yang tak sanggup aku dispersikan
Meski berjuta prisma simpul tiga mencoba

Matahari termakan oleh bulan
Hingga esok bulan tertelan olehny
Sinarnya yang bisu berkata pilu
Meniupkan sebulir kata-kata sendu

Aku tetap membeku disini
Di kutub utara dalam balok ini
Hingga tak sepasang mata menerawang
Mengantarku dalam keabadian

Resensi Buku Masnawi Terjemahan

Posted By alhazmy On 05:28 0 komentar

CORETAN SUFI DIATAS KERTAS
Judul Buku : Masnawi I “Kitab Suci dari Persia”
Pengarang : Jalaluddin Rumi
Penerjemah : Haris Ibnu Sholihin
Penerbit : Belukar
Tahun Terbit : 2003
Tebal Buku : 272 halaman
Kitab Masnawi ini ditulis oleh Jalaluddin Rumi untuk menyempurnakan hidup dan warisan peradaban. Sang sufi dari Persia ini menceritakan kepada muridnya yang bernama HUsamuddin tentang arti hidup sebenarnya. Karena menurut Rumi, Husamuddin dapat dipercaya untuk menyempurnakan struktur yang telah dibangun Rumi daripada muridnya yang lain.
Seluruh prosa-prosa fiksi goresan Rumi ini penuh dengan kisah realita hidup manusia baik dijamannya dahulu maupun dijaman sekarang. Konflik-konflik dan realitanya disajikan dengan penuh makna serta diperjelas dengan perbandingan-perbandingan.
Meskipun bahasa yang digunakan Rumi banyak yang tidak saya mengerti maksudnya, namun dengan beberapa kata yang saya pahami saya sedikit banyak tahu akan maknanya. Apalagi saya membaca buku ini disaat Bulan Romadhon, rasanya syair-syair Rumi semakin menyentuh kalbu.
Kadang saya bingung mengapa banyak kata yang kurang saya pahami, apakah karena kualitas dan kuantitas sastra Rumi yang terlalu tinggi atau karena vocab sastra saya yang terlalu rendah
Buku ini cocok dibaca oleh siapapun, tidak bergantung jenis kelamin pembaca, tidak bergantung usia pembaca, tidak pula bergantung pada profesi pembaca. Semua kalangan bisa menikmatinya, bahkan saya menganjurkan anda untuk membaca buku ini, terutama orang-orang yang menghadapi banyak masalah. Sampai-sampai pakar sastra Persia dari Turki, Jenkiskan Al-Turkistani berkata, “Masnawi ini menjadi kitab ketiga setelah Al-Quran dan shahih Bukhori-Muslim”

Tugas Monolog dari Pak Jalil

Posted By alhazmy On 04:07 0 komentar


TANGISANMU TANGISANKU

Prolog :
Saat senja menjelang aku duduk-duduk dengan sobat-sobatku, kemudian kami berbincang-bincang tentang kekalutan negeri ini karena ulah para koruptor. Lalu aku mengutarakan tentang seluruh isi pikiranku pada sobat-sobatku tercinta.

Setting :
Di teras rumah saat senja menjelang.

Monolog :
Begini sobat, aku ingin cerita kepadamu.
Enam puluh empat tahun lalu negeri kita merdeka.
Merah putih berkibar gagahnya.
Namun… aku tak bangga.
Aku tetap tak bahagia.
Lihat orang-orang negeri ini!!! LIhat sobat!!!
Sekarang hitung sobat!
Berapa banyak orang yang cinta pada negeri ini???
Berapa??? Berapa sobat???
Sekarang kau lihat orang-orang bertahta yg duduk bersantai disana!
Orang-orang pilihan rakyat.
Banyak dari mereka yang tak cinta negeri ini.
Mereka hanya cinta harta-harta negeri ini.
Apa mereka tak malu???
Aku saja yang hanya jadi penonton malu sekali.
Malu aku jadi orang Indonesia.
Yang aku heran sobat.
Mereka tak malu melakukan itu semua.
Orang kalau masih punya kemaluan pasti masih punya malu.
Tapi mereka???
Kesimpulannya sobat, anjing-anjing itu sudah tak punya kemaluan lagi.
Tak usah kau pikir bagaimana memasang kemaluan pada mereka!
Mengingatkan mereka hanya omong kosong belaka.
Hanya buang-buang waktu dan tenaga.
Kadang sobat, aku ingin menangis diatas semua kekalutan ini.
Huru-hara negeri kita, juga huru-hara kita pula.
Ha..ha..ha..
Kadang aku menertawakan anjing-anjing yang menggonggong saat mereka tertangkap dan dibuikan.
Bagus lah itu, agar virus anjing gilanya tak menular pada kita.
Namun…… sobat.
Semua kekalutan yang mereka ciptakan membelenggu kita.
Hikz..hikz..
Aku ingin menangis sobat.
Aku ingin tersedu sobat.
Bukan untuk semua kekalutan ini.
Aku ingin menangis untuk negeri ini.


ABDULLAH AL-HAZMY / XI IPA 1 / 8537



Header Bikinan Syech

Posted By alhazmy On 21:02 0 komentar

Ciiihuyyyyyy,...
Akhirnya header baru udah jadi. Header ini bikinan mas Syech.
Oke punya dah, bikinnya cepet banget tapi mboiz. Maklumlah Syech udah handal pegang photoshop.